PENYIMPANGAN ETIKA PEMASARAN

BAB 1

 

PENDAHULUAN

 

 

 

1.1                        Latar Belakang

Di era ini, manusia semakin modern dan pandai. Bukan hanya dalam hal teknologi, namun juga dalam hal berbisnis. Seperti kita ketahui, baru-baru ini di negara kita Indonesia marak adanya pelanggaran-pelanggaran pada berbisnis, atau biasa kita sebut pelanggaran pada etika bisnis. Dalam pengertiannya etika bisnis merupakan aturan yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah. Aturan ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis.
Etika bisnis merupakan studi standar formal dan bagaimana standar itu diterapkan ke dalam system dan organisasi yang digunakan masyarakat modern untuk memproduksi dan mendistribusikan barang dan jasa dan diterapkan kepada orang-orang yang ada di dalam organisasi.

 

1.2                        Rumusan Masalah

  1. Apakah pengertian Etika Bisnis?
  2. Apa yang dimaksud dengan pelanggaran etika pemasaran?
  3. Apa contoh pelanggaran mengenai Etika pemasaran?
  4. Apa saja dampak yang ditimbulkan?
  5. Solusi apa yang dapat digunakan?

1.3                        Tujuan

  1. Menjelaskan pengertian mengenai etika dalam berbisnis, khususnya dalam hal pemasaran
  2. Dapat mengerti dampak apa saja yang ditimbulkan dari contoh kasus yang ada
  3. Dapat memperoleh masukan/saran untuk kasus yang ada

 

           

 

 

 

   BAB 2

          PEMBAHASAN

 

2.1 Kasus

Bongkar muat raw sugar di pelabuhan.

                                       04/12/2001 16:36

DPR Memergoki Penyimpangan Pemasaran Gula Impor

 

Liputan6.com, Jakarta: Sejumlah anggota Komisi III DPR dan petani tebu melakukan inspeksi mendadak ke Pelabuhan Tanjungpriok, Jakarta Utara, Senin (3/12). Mereka menemukan sebuah kapal tengah membongkar 20 ribu ton raw sugar atau gula pasir mentah di tempat itu. Lantaran langsung dikemas di karung setelah diturunkan, anggota Dewan mengkhawatirkan kalau gula tersebut langsung dipasarkan ke masyarakat. Sebab, hal itu akan menjatuhkan harga gula lokal. Kekhawatiran itu

disampaikan Wakil Ketua Komisi III DPR Imam Churmen, yang turut dalam rombongan itu.

Imam menjelaskan, sidak ini dilakukan setelah mereka mendapat laporan dari masyarakat setempat yang mencium penyimpangan pemasaran gula impor. Benar saja, Tim Komisi III DPR memergoki sebuah kapal yang sedang menurunkan gula pasir mentah. Gula itu langsung dikemas dalam karung berukuran 50 kilogram yang layak dikonsumsi. Padahal, gula itu tampak kotor, berwarna kecoklatan, dan tak layak untuk dikonsumsi.

Selain tak layak dikonsumsi, menurut Imam, para petani juga khawatir pemasaran gula itu dapat menyebabkan harga gula lokal jatuh. Hal itu patut dikhawatirkan, mengingat harga jual gula impor sejauh ini hanya Rp 1.800 per kilogram. Sedangkan harga gula lokal di atas Rp 3.000 per kilogram. Untuk menyelesaikan masalah ini, Imam mengatakan, DPR akan meminta keterangan pejabat PT Gunung Mas sebagai pengimpor. Hal itu dilakukan mengingat pemerintah telah mengenakan bea masuk lebih tinggi sebesar 20 persen terhadap gula impor yang dijual langsung ke masyarakat. Sedangkan bea masuk gula impor untuk industri hanya sebesar 20 persen.(MTA/Christiyanto dan Raphael Setyo)

 

 

2.2 Analisis Kasus

Dari kasus dalam BAB 1 tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat penyimpangan etika pemasaran :

  1. Gula dipasarkan secara ilegal
  2. Gula yang dipasarkan masih berupa gula mentah namun langsung dimasukkan ke dalam karung 50 kilogram yang layak dikonsumsi
  3. Gula yang dipasarkan tidak layak karena gula itu tampak kotor, berwarna kecoklatan, dan tak layak untuk dikonsumsi.
  4. Harga penjualan gula impor tersebut setengah dari harga gula lokal, sehingga harga gula lokal jatuh.
  5. PT. Gunung Mas melakukan penyelewengan dengan tidak membayar bea impor

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

    BAB 3

          PENUTUP

 

 

3.1 Simpulan

Setelah melihat dari kasus yang ada , yaitu mengenai penyimpangan etika pemasaran pada gula yang diimpor oleh PT.Gunung Mas ,maka dapat disimpulkan bahwa masih ada kelengahan pada pengawasan di Indonesia, terutama di bagian Import ,sehingga hal seperti ini sangat mudah dilakukan oleh pengusaha yang ingin mendapatkan laba tinggi dengan cara memanipulasi bea cukai. 

            Selain itu, dapat disimpulkan , dengan adanya penyimpangan etika pemasaran seperti yang dilakukan oleh PT. Gunung Mas, dapat mengakibatkan harga lokal jatuh, sehingga petani-petani dapat mengalami kerugian yang cukup besar. Dan negarapun juga akan dirugikan.

 

3.2 Saran

Dari simpulan yang ada, dapat dilihat bahwa masyarakat, terutama pengusaha semakin pintar dalam melakukan bisnisnya. Jadi , menurut saya, seharusnya pengawasan di Indonesia semakin diperketat dan barang yang akan masuk ke Indonesia harus di tes kelayakan terlebih dahulu sehingga produk yang dipasarkan tidak merugikan bagi segala pihak, terutama barang yang berupa makanan pokok yang diimpor.

Solusi peningkatan pengawasan , mungkin  seharusnya truk-truk muatan yang akan masuk, baik mengimpor atau mengekspor harus melalui tahap-tahap tertentu dan mendaftarkan diri terlebih dahulu di kantor bea cukai dengan syarat-syarat tertentu. Misalnya mengisi data banyaknya barang dan nama perusahaan yang bertanggungjawab.  Kemudian, dari pihak bea cukai mengeluarkan ID untuk truk/muatan yang akan masuk. Dan saat barang yang diimpor akan masuk, harus menggunakan ID yang sudah didapat dari Dirjen Bea cukai dan disesuaikan dengan data yang ada, jika tidak sesuai dengan yang ada, maka akan dikenakan sanksi/denda.

Atau bisa juga, pemerintah hanya memberikan ijin untuk satu jalan yang memang dipergunakan untuk truk/muatan yang mengimport/mengekspor barang. Misalnya, di Kalimantan, jadi, kita hanya melakukan ekspor/import yang sah lewat Kalimantan. Dan jika ada yang melakukan ekspor/impor lewat daerah lain, misal Sulawesi, dianggap tidak sah dan masuk dalam kategori pelanggaran.

 

 

One thought on “PENYIMPANGAN ETIKA PEMASARAN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s